Tampilkan postingan dengan label ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmiah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Maret 2010

DEPRESI

Manusia dalam kehidupan sehari-harinya biasanya memiliki banyak masalah. Sebagai manusia kita memiliki kemampuan yang terbatas dalam menyelesaikan masalah. Kondisi fisik dan mental yang lemah dan tidak stabil pada diri seseorang, membuat ia tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Hal ini mengakibatkan seseorang menjadi depresi. Definisi Depresi adalah suatu kondisi yang lebih dari suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu Ganggguan Depresi.Beberapa gejala Gangguan Depresi adalah perasaan sedih,rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, hilang minat dan semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur. Depresi merupakan salah satu penyebab Bunuh Diri. Penyebab suatu kondisi depresi meliputi: a. faktor organobiologis karena ketidakseimbangan neurotrasmiter di otak terutama serotonin, b. faktor psikologis karena tekanan beban psikis, dampak pembelajaran perilaku terhadap situasi sosial, c. faktor sosio-lingkungan misalnya; karena kehilangan pasangan hidup, pasca bencana, dampak situasi kehidupan sehari-hari lainnya.
Menurut Diagnostic and Statistical manual IV (American Psychiatric Association, 2000), seseorang menderita gangguan depresi jika : 1. emosi depresi, 2. kehilangan minat atau rasa nikmat terhadap semua, atau hampir semua kegiatan sebagian besar waktu dalam satu hari (ditandai oleh pengamatan dan laporan subjektif dari orang lain), 3. hilangnya berat badan yang signifikan saat tidak sedang melakukan diet (perubahan berat badan lebih dari 5% berat badan sebelumnya dalam satu bulan), 4. insomnia (tidak bisa tidur) atau hipersomnia (tidur yang berlebihan) hampir setiap hari, 5. kegelisahan atau kelambatan psikomotor hampir setiap hari, 6. perasaan lelah atau kehilangan kekuatan hampir setiap hari, 7. perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang berlebihan atau tidak wajar (bisa merupakan delusi hampir setiap hari), 8. berkurangnya kemampuan untuk berfikir atau konsentrasi, atau sulit membuat keputusan, 9. muncul pikiran akan kematian yang berulang-ulang atau usaha untuk mengakhiri nyawanya sendiri.
Cara menanggulangi depresi berbeda-beda sesuai dengan keadaan kondisi fisik dan mental seseorang, namun biasanya merupakan gabungan dari farmakoterapi dan psikoterapi atau konseling. Dukungan dari orang-orang terdekat serta dukungan spiritual juga sangat membantu dalam penyembuhan (Wikipedia). Dalam hal ini seseorang yang sedang depresi biasanya membutuhkan siraman ruhani untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhannya.

Minggu, 24 Januari 2010

PSIKOLOGI ANAK

Anak merupakan suatu anugerah terindah yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita. Anak terlahir kedunia dengan kebutuhan untuk dicintai dan tidak akan pernah berubah.Oleh sebab itu kita sebagai orang tua haruslah bisa mengemban amanat tersebut yaitu; dengan cara menjaga, merawat, dan mendidiknya. Sehingga dengan begitu anak dapat mengerti dan membedakan mana yang salah dan benar, baik dan buruk dalam kehidupannya.
Orang tua merupakan contoh dalam kehidupan sehari-hari seorang anak, oleh karena itu anak sering meniru (imitasi) prilaku dari orang tuanya. Sebagai orang tua kita haruslah waspada dalam berprilaku dan menjaga sikap agar anak dapat hidup menjadi anak yang baik dan tidak berprilaku tempramental.
Sebagai orang tua yang baik kita juga di tuntut untuk belajar menjadi orang tua yang bijaksana dan tidak egois, agar anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang normal di lingkungannya. Jika kita tidak mau belajar menjadi orang tua yang baik, nanti pastilah kita akan menyesal dikemudian hari.